QS At Taubah: 119

"Hai orang-orang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar"

Minggu, 13 April 2025

Sendal Hilang Di Masjid Nabawi

Pagi itu selepas Shalat Subuh aku beranjak mau keluar dari Masjid Nabawi, tiba-tiba melihat ada halaqah tahsin dan tertarik mau ikutan. Pada halaqah tersebut syekh-nya men-tasmi' 4 surah yaitu Al Fatihah, Al Ikhlas, Al Falaq, dan An Naas.

Setelah halaqah selesai, akupun melanjutkan keluar dari masjid. Saat mau ambil sendal di rak Pintu 21 eh jalurnya ditutup. Aku baru ingat kalo pintu tersebut dibuka khusus untuk akhawat yang ingin ke Raudhah tanpa tasreh setiap pagi ba'da subuh. Begitu mau masuk ambil sendal eh dilarang sama petugasnya.

Sendal yang awalnya hilang

Dengan komunikasi seadanya aku bilang, "Sandal... Sandal!"

Petugasnya tanya, "Gate?"

"Twenty one," Aku jawab gitu

"No entry, check the box," Kata petugasnya sambil nunjuk arah ke samping Pintu 20.

Aku nyari ke situ ternyata ga ada. Aku ingat selain sebelah Pintu 20 juga ada box di sebelah Pintu 22. Dicari kesana juga ada ada akhirnya mengikhlaskan sendal dan pulang ke hotel nyeker. Di kekat hotel ada yang jual sendal jepit seharga 10 Riyal. Ya udah daripada nyeker dan memang ga bawa sendal cadangan akhirnya aku beli di situ.

Ba'da Zuhur aku balik lagi ke box tapi tetap ga ketemu.

Pada saat Shalat Ashar di hari yang sama aku masih kepikiran sendal yang hilang itu. Sambil terus berdoa, "Ya Allah kalo memang sendal itu masih rejeki aku maka temukan aku dengannya tapi andai sendal itu sudah bukan rejeki aku lagi maka tolong gantikan dengan yang lebih baik".

Terus berdoa sambil ber-shalawat aku ikhtiar kembali ke box di sebelah pintu 20. Ternyata benar ga ada. Terus aku ke box di sebelah pintu 22. Diperhatikan detail satu persatu sendal yang ada di situ daaan alhamdulillah ketemu sendalnya. Masih rejeki sama aku.

Box sebelah Pintu 22

Akhirnya aku lihat ciri-ciri khusus di sendal tersebut untuk memastikan dan aku yakin itu adalah sendalku. 

Ga berhenti bersyukur Ya Allah soalnya sendal yang dibeli seharg 10 Riyal itu agak licin. Terus nasib sendal yang dibeli itu gimana? Aku nongkrong depan masjid beberapa waktu mencari orang khususnya dari Indonesia yang mungkin saja kehilangan sendal buat aku sedekahin aja tapi ternyata ga ada.

Akhirnya sendalnya diangkut aja ke Makkah. Dipake di Makkah untuk di kamar mandi hotel dan ditinggal aja saat aku pulang ke Indonesia.

Minggu, 16 Februari 2025

Umrah Itu Panggilan Allah (Cerita Berangkat Umroh Tanpa Biaya Pribadi)

Aku pernah mendengar sebuah tausiyah terkait haji dan umrah. Ustadz-nya bilang kalo umrah dan haji itu adalah panggilan. Jika seseorang sudah dipanggil Allah untuk umrah atau haji maka akan dimampukanNya.

Gambar diambil dari internet

Ada sebuah cerita nyata tentang panggilan umrah ini. Seorang kawan pengajianku (akhwat) dipanggil Allah untuk berangkat menunaikan umrah. Kita panggil dengan inisial D saja. Beliau berangkat gratis karena ada yg membiayai perjalanannya meskipun untuk administrasi harus menyiapkan sendiri seperti paspor, vaksin meningitis, dan keperluan pribadi lainnya.

Singkat cerita berangkatlah Ibu D ini bersama rombongan yang terdiri dari beberapa orang untuk menunaikan ibadah umrah di Baitullah. Menurut cerita anggota rombongannya, alhamdulillah semua berjalan relatif lancar.

Qadarullah beberapa hari sebelum kepulangan ke Indonesia (posisi sedang di Madinah) beliau terkena serangan stroke dan harus dilarikan ke Rumah Sakit. Kondisi beliau tidak bisa dibilang baik karena petugas medis yang menanganinya menyatakan kondisi beliau ada pada posisi "deep coma" disebabkan pecahnya pembuluh darah yang ada di otak. Syafakillah....

Akhirnya dengan berat hati karena kondisi yang tidak memungkinkan maka beliau harus tertinggal dari rombongan untuk kembali ke Indonesia.

Beberapa ribu kilometer jaraknya dari Haramain, di Indonesia Ibu D punya 2 anak. Keduanya laki-laki masih remaja. Tentunya kabar ini mengejutkan mereka. Teman-teman di pengajian Ibu D berinisiatif untuk berikhtiar mengupayakan keduanya agar bisa berangkat untuk membesuk ibunya di kota suci umat muslim tersebut. Allahuakbar ternyata banyak teman-teman yang bersedia berdonasi sehingga benar-benar terkumpul dana yang cukup untuk keduanya berangkat. Dukungan dari saudara ibu mereka pun tidak kurang untuk mendampingi kedua anak ini.

Administrasi diupayakan untuk dibereskan secepatnya seolah berlomba dengan waktu. Alhamdulillah semua dilancarkan.

Bi iznillah berangkatlah kedua remaja ini didampingi oleh saudara ibu mereka dengan jalur umrah mandiri. Kesempatan pertama mereka langsung melaksanakan umrah lalu kemudian membesuk ibu mereka.

Luar biasa memang jika Allah sudah memanggil. Hal yang sebenarnya tidak disangka benar-benar bisa terjadi. Ibu D dan kedua anaknya berangkat umrah tanpa biaya pribadi sama sekali kecuali untuk keperluan administrasi dan kebutuhan pribadi.

Cerita ini bisa menjadi inspirasi dan bukti nyata Allah memampukan orang-orang yang dipanggilnya untuk melaksanakan Umrah.

Saat ini kondisi Ibu D dikabarkan membaik. Mari kita do'akan Ibu D segera mendapatkan kesembuhan dan dapat kembali ke Indonesia serta berkumpul lagi dengan keluarga ya. Aamiin Allahumma aamiin...

Senin, 10 Februari 2025

Ganti Kartu ATM

Lagi-lagi persiapan umroh hehe... Alhamdulillah meskipun belum bayar ke travel tapi udah bilang kepengen ikut yang keberangkatan 2 Syawal 1446 H. Mohon do'anya semoga dilancarkan.

Untuk pergi-pergi keluar kota tentu saja kita harus bawa bekal. Paling simpel bekal tentu saja berbentuk uang. Untuk berangkat keluar negeri tentunya kita harus menukar mata uang rupiah ke mata uang yang berlaku di negara tujuan. Dalam kasus ini adalah menukar rupiah ke riyal.

Dari beberapa informasi yang aku kumpulkan, konon katanya kurs paling murah adalah saat kita menarik uang secara tunai melalui ATM di Arab Saudi dibandingkan menukar uang di money changer tapi tentu saja ada syaratnya yaitu kartu ATM harus VISA atau Mastercard.

Nah dikarenakan kartu ATM ku pakenya GPN jadi aku tuker langsung ke bank nya, dalam hali ini adalah Bank Syariah Indonesia (BSI). Untuk persyaratannya saat aku melakukan pergantian adalah membawa KTP, kartu ATM yang lama, dan buku tabungan. Oh ya untuk pergantian ini dikenakan biaya Rp. 25.000,-

Prosesnya ga lama kok. Nanti petugas bank akan memverifikasi data dan langsung dibuatkan kartu penggantinya. Disarankan untuk mengubah PIN default dengan PIN kita sendiri setelah kartu aktif sekitar 5-10 menit kemudian.

Setelah selesai, aku menunggu sebentar sekitar 10 menitan di ATM terdekat dan mencoba kartu baru tersebut dengan cara mengecek saldo serta mengganti PIN. Alhamdulillah penggantian selesai dan kartu ATM baru sudah bisa digunakan