Tulisan ini terinspirasi dari isi ceramah Ustadz Amrul Isyadi, LC yang disampaikan pada hari kamis, 18 Februari 2026 atau bertepata dengan malam 2 Ramadan 1447 H di Masjid Ar-Raudlah Bamaraya Palangka Raya. Kalimat yang ditulis tidak sama persis namun insyaallah inti dari ceramahnya tersampaikan.
Allah itu mencurahkan rahmatNya setiap saat namun pada bulan Ramadan, rahmat itu tercurah seperti halnya hujan yang sangat deras.
Dengan menggunakan analogi hujan deras, maka masing-masing dari kita mempunyai perlakuan berbeda terhadap hujan yang turun itu. Ada yang menampungnya dan ada yang membiarkannya mengalir begitu saja. Bagi menampung tentunya akan menampung dengan gelas, atau dengan bejana, ember, baskom, dan lain-lain sesuai dengan tampungan yang dimiliki orang tersebut. Bagi yang membiarkannya maka air hujan tersebut akan mengalir begitu saja tanpa bisa dimanfaatkan langsung.
Begitu juga dengan curahan rahmat Allah di bulan Ramadan ini. Kita juga harus menampungnya, tentunya dengan penampungan yang kita punya. Bagi yang suka berpuasa maka tampunglah dengan pelaksanaan puasa yang sempurna, bagi yang suka shalat maka tampunglah dengan perbanyak shalat malam, bagi yang suka baca Al Quran maka tampungnya dengan memperbanyak membacanya, bagi yang senang bersedekah maka perbanyaklah sedekahnya.
Mari kita tampung rahmat Allah di bulan Ramadan yang mengucur deras seperti hujan ini dengan penampungan kita masing-masing. Wallahu a'lam

