QS At Taubah: 119

"Hai orang-orang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar"

Senin, 23 Februari 2026

Menampung Curahan Rahmat Allah


Tulisan ini terinspirasi dari isi ceramah Ustadz Amrul Isyadi, LC yang disampaikan pada hari kamis, 18 Februari 2026 atau bertepata dengan malam 2 Ramadan 1447 H di Masjid Ar-Raudlah Bamaraya Palangka Raya. Kalimat yang ditulis tidak sama persis namun insyaallah inti dari ceramahnya tersampaikan.

Allah itu mencurahkan rahmatNya setiap saat namun pada bulan Ramadan, rahmat itu tercurah seperti halnya hujan yang sangat deras.

Dengan menggunakan analogi hujan deras, maka masing-masing dari kita mempunyai perlakuan berbeda terhadap hujan yang turun itu. Ada yang menampungnya dan ada yang membiarkannya mengalir begitu saja. Bagi menampung tentunya akan menampung dengan gelas, atau dengan bejana, ember, baskom, dan lain-lain sesuai dengan tampungan yang dimiliki orang tersebut. Bagi yang membiarkannya maka air hujan tersebut akan mengalir begitu saja tanpa bisa dimanfaatkan langsung.

Begitu juga dengan curahan rahmat Allah di bulan Ramadan ini. Kita juga harus menampungnya, tentunya dengan penampungan yang kita punya. Bagi yang suka berpuasa maka tampunglah dengan pelaksanaan puasa yang sempurna, bagi yang suka shalat maka tampunglah dengan perbanyak shalat malam, bagi yang suka baca Al Quran maka tampungnya dengan memperbanyak membacanya, bagi yang senang bersedekah maka perbanyaklah sedekahnya.

Mari kita tampung rahmat Allah di bulan Ramadan yang mengucur deras seperti hujan ini dengan penampungan kita masing-masing. Wallahu a'lam 

Kamis, 05 Februari 2026

Rukun Dan Hal-hal Yang Membatalkan Puasa

Ini adalah kultum yang disampaikan pada tanggal 31 Maret 2024 M atau bertepatan dengan tanggal 20 Ramadhan 1445 H di Masjid Bamaraya Palangka Raya.

Rukun puasa:

  1. Niat; Niat bisa diambil ketika tenggelam matahari (maghrib) sampai adzan subuh (puasa wajib) atau sampai zuhur (puasa sunnah). Niat puasa wajib tidak boleh digabung dengan puasa wajib yang lain sedangkan puasa sunnah boleh. Contoh puasa wajib: puasa Ramadhan, puasa nazar, puasa kafarat
  2. Meninggalkan Hal-hal yang dapat Membatalkan puasa dalam keadaan sadar; Boleh melakukannya jika dalam keadaan lupa, terancam, atau orang jahil (yang tidak paham tentang apa saja yang membatalkan puasa). Orang jahil yang dimaksud adalah karena jauh jaraknya dari ulama sehingga sulit untuk belajar tentang agama atau orang yang baru masuk Islam (muallaf)

Hal-hal yang membatalkan puasa:

  1. Murtad
  2. Haid atau nifas atau melahirkan. Termasuk juga keguguran
  3. Gila (hilang akal)
  4. Pingsan seharian penuh atau mabuk
  5. Berhubungan suami-istri (jima'). Berdosa dan mendapat sanksi dari hakim serta harus membayar kafarat berupa membebaskan budak; jika tidak mampu maka berpuasa 2 bukan berturut-turut; jika tidak mampu maka memberi makan 60 orang miskin
  6. Memasukkan benda/sesuatu ke dalam tubuh melalui rongga terbuka (mulut, hidung, telinga, kemaluan depan/belakang). Batasan mulut adalah sampai ditelan. Ludah boleh ditelan jika: (1) ludah sendiri; (2) belum keluar dari mulut; (3) tidak tercampur dengan hal lain. Batasan hidung adalah sampai batas istinsyaq. Batasan telinga adalah sampai maksimalnya masuk jari kelingking. Batasan kemaluan depan/belakang adalah batas masuknya air
  7. Muntah dengan sengaja
  8. Mengeluarkan mani dengan sengaja

Perhatikan!

  • Tidak mengapa jika ada sisa sedikit air kumur-kumur saat akan berwudhu. Hati-hati dengan bersikat gigi menggunakan pasta gigi. Bersiwak boleh hingga zuhur, selebihnya hukumnya makruh
  • Niat puasa sunnah batasnya sampai zuhur dengan syarat sebelum zuhur tidak melakukan Hal-hal yang membatalkan puasa
  • Mencicipi masakan itu boleh asal tidak ditelan 
  • Gabung niat puasa qadha dan sunnah itu boleh 

Rabu, 04 Februari 2026

Syarat Sah Dan Wajib Puasa

Ini adalah kultum yang disampaikan pada tanggal 24 Maret 2024 M atau bertepatan dengan tanggal 13 Ramadhan 1445 H di Masjid Bamaraya Palangka Raya.

Syarat sah puasa:

  1. Islam
  2. Berakal (mukallaf)
  3. Suci dari haid dan nifas bagi perempuan
  4. Mengetahui hari saat berpuasa adalah hari yang diperbolehkan untuk berpuasa 

Syarat wajib puasa:

  1. Islam
  2. Mukallaf (baligh dan berakal). Anak-anak sebaiknya diajarkan (dilatih) berpuasa oleh orangtuanya
  3. Mampu berpuasa secara fisik, psikis, dan syarat
  4. Sehat wal 'afiat. Tidak sedang sakit yang menyebabkan kematian, memperlambat kesembuhan, atau memperparah sakitnya
  5. Bukan dalam keadaan musafir dengan jarak minimal 82 km dan bukan safar untuk maksiat dan berangkat sebelum subuh. Jika inging berpuasa dan mampu maka lebih afdhal